Halaman ini sudah dilihat oleh: 1746 orang,

Tahu pada Empat klasifikasi nasib manusia

                                1. Susah di dunia, celaka di akhirat
                                2. Senang di dunia, celaka di akhirat
                                3. Susah di dunia, selamat di akhirat
                                4. Senang di dunia, selamat di akhirat

Berbeda dengan mahluk-mahluk ciptaan Allah seperti hewan, bintang-bintang, planet planet maka Allah yang pemurah lagi penyayang memberi kemerdekaan atau keberkatan kepada manusia untuk memilih nasibnya di dunia maupun di akhirat kelak.

Ada empat macam pilihan yang dapat dipilih atau diusahakan oleh manusia sebagaimana keterangan di bawah ini :

1. Susah didunia, celaka diakhirat
Keadaan semacam ini akan dialami oleh orang-orang bodoh (tak pernah mengasah otaknya) dan selalu memperturutkan hawa nafsunya.
Orang-orang bodoh yang tak beriman, di dunia akan diazab Tuhan pada dirinya seperti terkena virus HIV, penyakit kelamin, kesengsaraan karena tiada harta benda dsb.
Orang-orang semacam ini disebut sebagai manusia yang tak memiliki raso-pareso.

2. Senang didunia, celaka diakhirat
Dengan mengasah otak dan memahami nilai-nilai kuantitatif maka orang-orang semacam ini akan dapat menguasai sumber daya yang ada didunia ini.
Dia menjadi orang yang kaya raya material.
Namun dengan kekayaan semacam ini, terkadang ia lupa akan hakekat keberadaan diciptakannya makhluk manusia ini.
Ia tak mampu memfungsikan 'rasa' yang berpusat didadanya.

3. Susah di dunia, selamat di akhirat
Sering kita memahami ajaran agama sekadar iman dalam arti 'percaya saja', tanpa memahami hitungan bilangan angka.
Padahal alam terkembang ini ditulis dan diciptakan Allah dengan kadar atau takaran yang dapat dipelajari memakai angka-angka yang hanya dapat dipahami oleh otak.
Oleh sebab itu otak harus dilatih untuk membaca segala sesuatu yang dilihat, didengar, dibaui, diraba organ pancaindera kita.
Manusia yang hanya memakai iman saja dalam hidupnya kadangkala ditipu oleh manusia lainnya yang lebih menggunakan otaknya.
Lebih celaka lagi iman tersebut melenceng kepada hal-hal klenik yang tak masuk akal sama sekali seperti percaya kepada ramalan, dukun, mantera, sihir dsb.

4. Senang di dunia, selamat di akhirat
Kondisi semacam inilah yang dicita-citakan oleh agama Islam.
Hidup di dunia cukup terhormat, merdeka, tidak tergantung kepada belas kasihan orang lain.
Hal semacam ini dapat dicapai apabila seseorang tahu di nan Empat, paham pada cupak nan Dua serta yakin kepada Yang Maha Esa sebenar-benarnya.

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama