Halaman ini sudah dilihat oleh: 723 orang,

Tahu di nan empat tanda berhitung

1. Tahu ditambah
2. Tahu dikurang
3. Tahu mengali
4. Tahu membagi

Pada dasarnya ilmu tentang alam merupakan kumpulan, analisa dari gejala-gejala angka-angka statistik yang diperoleh saat melakukan periksa/pengamatan, bukan saat merasa terhadap alam terkembang.

Untuk itu diperlukan ilmu berhitung.
Bilangan yang disimbolkan dengan angka-angka diolah dengan cara menambah, mengurang, mengali dan membagi.
Seharusnya setiap orang mengetahui, mengerti serta menghayati penggunaan tanda-tanda berhitung ini.

Budaya MinangKabau tidak asing dengan angka-angka; contohnya dalam pemberian nama daerah/kampung yang menggunakan bilangan angka seperti:
Kecamatan 2 x 11-6 Lingkung, XX Koto, Pauh IX, Kubung 13, dsb.

Ilmu berhitung bagiannya pikir
Perlu dipahami semua orang
Dari raja sampai supir
Agar mampu mengelola barang

Kalau tak mengerti tanda tambah (+)
Anak lahir, lupa rencana
Butuh kesehatan serta sekolah
Bila kurang artinya bencana

Kalau tak mengerti tanda kurang (-)
Hutan ditebang dikira dollar
Bermacam spesies sudah menghilang
Seperti unggas burung dan ular

Kalau tak mengerti tanda kali (x)
Membuat rencana amburadul
Bisa rugi saat membeli
Jangankan untung, modal tak timbul

Syarat utama jadi pemimpin
Harus mengerti tanda bagi (:)
Adil membagi, keamanan terjamin
Tidurpun nyenyak sampai pagi

(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH


A. Penggunaan tanda kali ( X )
1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus: + x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus: + x = atau x + =

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus: x = +


B. Penggunaan tanda bagi ( : )
1 : 0 = ~ tak terhingga
1 : 1 = 1
1 : 2 = 1/2
1 : 10 = 1/10
1 : 100 = 1/100

C. Hakekat dlm kehidupan
membagi dengan 0 .atau membagi secara ikhlas (tak mengharap hasil) .hasilnya justru ~ tak terhingga
dengan kata lain kalau kita melakukan perbuatan (baik) dan berharap balasan (yang besar) untuk perbuatan tsb., maka hasilnya semakin kecil (1/100 dst).
Pekerjaan Anda akan dibalas Allah sesuai dengan niat.
Niatkanlah bekerja untuk selalu memberi, bukan untuk mengambil atau bekerja/produksi, bukan untuk konsumsi (kepentingan diri)
Carilah celah untuk memberi, bukan mengambil

Lanjutan tentang bilangan istimewa klik di sini

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama