Halaman ini sudah dilihat oleh: orang,

petunjuk di tempat keramaian

1. Jangan memandang orang lain terus-menerus
2. Jangan menggangu ketertiban
3. Menjawab salam dari orang lain
4. Mengajak kebaikan, melarang kemungkaran

Salah satu sarana penting tempat berkembangnya peradaban manusia adalah jalan raya.
Pembuatan jalan raya, terutama di kota-kota besar selalu diikuti dengan berdirinya bangunan-bangunan seperti pasar, mal, perkantoran, perumahan dan sebagainya.

Adalah kebiasaan manusia sejak dulu sampai sekarang untuk nongkrong, mejeng, dan maota di lapau di tempat keramaian di pinggir jalan.

Karena hal ini merupakan perilaku manusia, maka perlu dengan tuntunan nabi, sesuai dengan riwayat hadis sbb:
Suatu waktu nabi melewati sebuah jalan, dan melihat para sahabat nongkrong sambil bercakap-cakap satu sama lainnya.

Beliau melarangnya, tapi para sahabat memberi alasan:
Ya Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkan kebiasaan ini karena pada saat itu kami dapat membicarakan banyak masalah bersama-sama.

Nabi menjawab kembali: Kalau kalian tidak bisa meninggalkannya, maka ingatlah empat aturan yang perlu diikuti, yaitu tundukkanlah pandanganmu, jangan mengganggu, menjawab salam dan memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran.

Sesuai dengan hadis tersebut ada dua macam larangan yang tidak boleh dilakukan dan dua macam anjuran yang sebaiknya dilaksanakan oleh para penongkrong dan pemejeng di jalan-jalan.

1. Dalam situasi normal, memandang terus menerus terhadap seseorang tidak boleh dikerjakan.
Bila yang dipandang itu seorang laki-laki maka dia akan tersinggung.
mengapa dia diperhatikan, seolah-olah dicurigai dan hal ini sering menjadi penyebab terjadinya perkelahian di antara remaja.
Kalau yang dipandang dengan sengaja itu seorang wanita, maka hal tersebut merupakan pandangan yang bernafsu dan berdosa.
Memandang wanita cantik secara kebetulan, maka itu adalah nikmat, tapi tidak untuk seterusnya karena akan diikuti oleh syahwat.

Petuah lama untuk anak kemenakan
Supaya penglihatan tak bawa akibat
Pandangan jauh agar dilayangkan
Tukikkan kepala memandang dekat

2. Biasanya bila beberapa orang berkumpul tanpa niat khusus, maka hal ini dapat membuka kesempatan membuat permufakatan untuk melakukan kejahatan.
Orang lain yang melewati jalan tersebut kemungkinan ada orang asing yang belum mengenal situasi di lokasi itu, sehingga mudah diperdayakan.
Membuat kejahatan di jalan dapat mengakibatkan situasi lebih parah lagi di tempat lain, karena perhubungan menjadi terputus dan barang-barang tak bisa dikirimkan.

Rancak di jalan, peribahasa lama
Senang pamer kepada umum
Banyak waktu terbuang percuma
Ingatkan diri tak langgar hukum

3. Karena jalan merupakan tempat saling bertemunya orang-orang, maka diperintahkan kepada kita untuk menjawab salam sesuai dengan Al-Quran 4: 86:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan serupa), sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Agar persahabatan dapat timbul
Ucapkan salam, ketika berjumpa
Perintah agama, syariat rasul
Itulah panggilan, sebenarnya sapa

4. Topik pembicaraan/diskusi ketika berkumpul bersama-sama di pinggir jalan atau di lapau sebaiknya dimanfaatkan untuk saling mengajak berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Saat bicara, tukar pendapat
Jangan teriak, bicara kasar
Jaga emosi ketika berdebat
Amar ma'ruf, nahi mungkar

Ibarat ujian tidak lulus
Bila diam ketika rapat
Sikap tersebut tidak bagus
Cobalah bicara, keluarkan pendapat

Ingat petuah ini terus-menerus
Dijadikan modal hak milik
Orang pintar adalah bagus
Merasa pintar sifat tak baik

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama