Halaman ini sudah dilihat oleh: 1194 orang,

N4 penentu peningkatan karir

Tahu pada nan faktor yang menentukan perkembangan karir Individu di dalam organisasi

1. Knowledge = pengetahuan
2. Skills = keahlian
3. Attitudes = sikap
4. Experience = pengalaman

Apabila seseorang memutuskan untuk bekerja di dalam perusahaan, perindustrian, perdagangan ataupun pemerintahan yang mempunyai organisasi teratur, tentunya orang tersebut berharap di suatu kelak dia akan mencapai karir tertinggi pada organisasi itu.

Niat ini wajar, karena makin tua usia seseorang, makin tidak mau diatur/diperintah oleh orang yang lebih muda usianya.
Sebaliknya dia berkeinginan untuk mengatur orang-orang di sekelilingnya.

Namun tidak semua karyawan berhasil mencapai karir puncak, dan banyak yang terhenti di tengah jalan, tapi ada pula yang berhasil mendapatkan promosi sedemikian tingginya.

Pimpinan organisasi perusahaan setiap saat memperhatikan prestasi para karyawannya, apakah ada di antaranya yang dapat dikembangkan karirnya atau terhenti pada posisi tertentu.
Di samping pengetahuan spesialis, maka pemahaman generalis juga sangat diperlukan oleh setiap karyawan yang akan dipromosikan tersebut.

Empat faktor yang disebutkan di atas mutlak dipahami sebagai analisa diri, mengapa ada yang mendapat promosi dan mengapa pula banyak yang tidak mendapat promosi sama sekali.

Inilah empat faktor yang telah dianalisa oleh Andrew Mayo, di dalam bukunya Managing Careers, Strategies for Organizatiaons.

1.Knowledge = pengetahuan
Apabila anda seorang Sarjana Pertanian, tentunya lapangan pekerjaan yang paling cocok untuk anda masuki ialah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanian atau perusahaan perdagangan hasil pertanian.
Pengetahuan yang anda miliki dari pendidikan, sangat membantu pemecahan masalah-masalah pertanian yang tidak dimiliki oleh orang y ang bukan Sarjana Pertanian.
Adalah janggal apabila Sarjana Tehnik Sipil yang menduduki posisi puncak dalam industri pertanian.

Kalau lama tidak naik pangkat
Ketika berkarir di bidang industri
Mungkin awak tak tahu nan Empat
Cepat koreksi kekurangan diri

2.Skills = keahlian
Seseorang Sarjana Pertanian yang baru saja menyelesaikan pendidikannya dari Fakultas Pertanian, disebut sebagai orang yang tahu dalam masalah pertanian.
Dia belum tentu sanggup meningkatkan produksi usaha pertanian milik keluarga sendiri.
Hal ini karena
ada aspek subjektif yang berkaitan dengan usaha peningkatan produksi pertanian belum diketahuinya.
Yang dipelajari melalui pendidikan fakultas adalah hal-hal yang bersifat objektif-formal.

Hal-hal yang sifatnya subjektif-nonformal tidak diajarkan di sekolah, biasanya diperoleh dari pengalaman setelah bekerja.
Seseorang yang telah menguasai kedua aspek ini disebut sebagai orang yang telah ahli atau profesional dalam bidangnya.

Agar berhasil membina karir
Jadilah karyawan yang profesional
Janganlah bersikap seperti si pandir
Apa yang dikerjakan dia tak kenal

3.Attitude = sikap
Suatu organisasi perusahaan memiliki nilai atau kode etika yang berlaku sama untuk seluruh anggota.
Hanya orang-orang yang mampu menyesuaikan sikapnya dengan corporate values yang akan mampu berkarir dan mendapatkan promosi di perusahaan tersebut.

Perusahaan biro perjalanan lebih mengutamakan para karyawannya memiliki sikap ramah, murah senyum.
Sedangkan industri peternakan ayam mengharuskan karyawannya untuk menutup mulutnya dengan masker, jadi karyawannya tidak perlu menampakkan senyumnya setiap waktu.

Peribahasa untuk Upik dan Buyung
Supaya karir dapat terjamin
Bumi dipijak, langit dijunjung
Sesuaikan sikap dengan yang lain

4.Pengalaman kerja = experience
Perusahaan besar pada saat penerimaan karyawan baru, sering mencatumkan persyaratan pengalaman kerja.
Alah bisa karena biasa, peribahasa ini berlaku untuk setiap orang.

Meskipun seseorang telah mempunyai pengetahuan teoritis yang cukup, belum tentu dia mampu mengerjakan suatu bidang pekerjaan yang diserahkan kepadanya.
Pada waktu melakukan pekerjaannya, orang akan mengambil pelajaran yang baik, dan mengambil hikmah dari kesalahan yang diperbuat.

Kalau seseorang telah lama bekerja, tapi tidak mampu mengambil pengalaman yang telah dijalaninya maka dia hanya melakukan penglamaan bertugas saja.
Penglamaan bertugas adalah sesuatu hal yang tidak efisien, membuang-buang waktu saja.
Waktu atau masa, adalah sesuatu hal yang tidak mungkin dibuat penggantinya.

Kalau tidak belajar ketika bekerja
Karir tertunda, promosi tiada jelas
Walau berdinas sampai senja
Hanya penglamaan waktu bertugas

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama