Halaman ini sudah dilihat oleh: 1474 orang,

persyaratan untuk rumah yang ideal dan sehat

1.Bagian dalam nyaman suasananya
2.Bagian luar asri lingkungannya
3.Bagian pengolah makanan (dapur) bersih
4.Bagian pembuangan limbah manusia (WC) bersih dan tersedia air istinja

Rumahku Istanaku, inilah hadis nabi yang harus dihayati oleh pengikutnya.
Rumah adalah tempat berkumpulnya anggota keluarga ketika melaksanakan sebagian aktifitas.

Di rumah, nilai-nilai keluarga dan kemanusiaan ditanamkan secara turun-temurun kepada individu.
Sebagai sarana pokok suatu keluarga, keberadaan rumah harus menjadi perhatian utama.

Bila rumah tidak berfungsi sebagai mana mestinya, maka muncullah penyakit masyarakat seperti masalah anak jalanan, gelandangan dsb.

Empat persyaratan harus dipenuhi untuk dapat dikatakan sebagai rumah yang ideal dan sehat.

1. Bagian dalam rumah harus cukup tersedia kamar untuk orang tua, anak dan tamu.
Untuk daerah tropis, sebaiknya loteng agak tinggi, sehingga volume udara dalam ruangan cukup.
Ventilasi udara harus baik, demikian juga penerangan ruangan harus cukup.

2. Bagian luar rumah agar memiliki luas pekarangan yang cukup sehingga dapat ditanami tanaman penghijauan, buah-buahan, sayur-mayur dan bunga.
Lingkungan sekitar rumah tidak boleh tercemar polusi.
Tersedia fasilitas air, listrik dan sambungan telepon.
Memiliki jalan yang dapat dilalui kenderaan untuk menuju sarana-sarana pelayanan umum seperti pasar, rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah.

3. Bagian pengolah makanan rumah tangga atau dapur harus memenuhi persyaratan kebersihan.
Di tempat inilah makanan diolah.
Bila dapur kotor, maka makanan yang dimasak kotor pula dan hal ini berbahaya untuk kesehatan anggota keluarga penghuni rumah tersebut.

4. Punya Wese yang aman dan bersih

Karena jauh belum dilihat
Kakbah penunjuk arah sholat
Kita wajib menaruh hormat
Jamban jangan searah kiblat

Hukumnya wajib dalam agama
Haram tersisa bau dan warna
Lakukan toharoh dengan sempurna
Agar sholat Allah terima

Ibarat menyimpan rahasia kode
Bukti sikap yang kurang P.D
Ketika mengadopsi terminologi Bule
Lavatori, Kloset, Toilet ataupun Wese

Bahasa asli dari kampung halaman
Disebut Kakus ataupun Jamban
Kini istilah jarang digunakan
Di syair ini dipakai bergantian

Seandainya orang sedang kebelet
Lalu berjongkok di atas toilet
Karena licin bisa terpeleset
Kakipun luka atau lecet

Memilih jamban haruslah pandai
Dua macam kloset sering dipakai
Ada yang tinggi bisa berjuntai
Ada yang rendah sejajar lantai

Kloset tinggi buatan pabrik
Bahannya tanah dijadikan keramik
Warnanya putih sangat menarik
Dipakai manusia waktu tacirik


WC dipakai setiap hari
Untuk berak petang dan pagi
Sebaiknya tak dipakai Toilet yang tinggi
Banyak lekuknya sarang bakteri

Adat penduduk turun temurun
Telah dilakukan ribuan tahun
Baik di kota maupun di dusun
B.A.B berjongkok, kebiasaan umum

Posisi terbaik untuk kesehatan
Bukannya duduk di atas Jamban
Tapi berjongkok, perut ditekan
Keluar semua sisa kotoran

Menurut aturan hadis nabi
Orang perempuan atau kilaki
Setelah keluar air seni (kencing)
Alat kelamin wajib dicuci

Bukti manusia tinggi kebudayaan
Ketika bersantap sedang makan
Halalan wajib jadi ukuran
Toyiban tak boleh ketinggalan

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama