Halaman ini sudah dilihat oleh: 1500 orang,

Berdasarkan manfaatnya untuk tubuh, zat gizi dibagi kelompok

1. Protein atau zat putih telur
2. Karbohidrat atau zat tepung
3. Mineral dan vitamin
4. Lemak

Gizi berasal dari bahasa Arab gizzah artinya zat makanan yang berhubungan dengan kesehatan.
Agar pertumbuhan jiwa raga menjadi lebih baik, maka makanan yang dimakan harus bergizi dan halal.
Perhatian terhadap komposisi makanan yang bergizi harus dimulai sejak pembentukan janin di dalam kandungan ibu.

Perempuan hamil dan yang menyusukan, harus cukup gizi di dalam makanannya.
Selanjutnya sejak usia balita sampai manula, pemberian makanan harus dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan gizi untuk sehat, bukan sebagai sarana pemuasan nafsu/rasa/selera.

Zat gizi empat kelompok
Lain kelompok beda peranan
Satu cadangan, tiga yang pokok
Harus ada dalam makanan

Protein atau putih telur
Menjadikan otak tambah pintar
Seumpama pupuk pembuat subur
Mengembangkan fisik lebih besar

Zat karbohidrat ibarat bensin
Bahan bakar mobil kendaraan
Untuk memutar roda mesin
Minyak habis, hilang kekuatan

Vitamin dan garam, zat pengatur
Bahan pembuat hormon tubuh
Lengkapi santapan buah dan sayur
Barulah disebut hidangan utuh

Zat lemak cadangan darurat
Persiapan kalori kala tiada
Zat pokok, protein-karbohidrat
Vitamin-garam tak boleh jeda

Ingat selalu gizi seimbang
Di dalam hidangan sehari-hari
Tinggalkan niat makan kenyang
Aturlah menu berdasar kalori

Jangan mencontoh Kerbau hutan
Ketika makan tak pernah cukup
Hidup bukan untuk makan
Tapi makan untuk hidup

Makanlah engkau disaat lapar
Hentikan santap sebelum kenyang
Tak usah ditiru perut Semar *
Karena tak bagus saat dipandang

Kemasan dibuat sangat menarik
Isinya mengandung bahan pengawet
Itulah makanan olahan pabrik
Membuat kesehatan jadi ruwet

Merusak jiwa-raga sampai tua
Jika yang dimakan haram-subhat
Halalnya makanan, dalilnya dua
Fisik dan asal merupakan syarat

Syarat fisik makanan halal
Harus sesuai aturan syarak
Hukumnya haram babi dan kadal
Termasuk minuman golongan tuak

Meski halal seperti ikan
Asal curian hasil koruptor
Haram hukumnya bila dimakan
Karena tergolong makanan kotor

* Perut Semar dalam pertunjukan wayang digambarkan buncit.
Selain tak bagus dipandang, kegemukan biasanya merupakan pertanda metabolisme tubuh yang tidak normal.
Nabi Muhammad, teladan kita, bukanlah manusia berpostur gendut dan beliau tak pernah sakit kerena selalu menjaga sesuatu yang dimakannya halal dan thoyib

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama