Halaman ini sudah dilihat oleh: 1092 orang,

Tahu di nan standar bidang ekonomi dalam kehidupan manusia *
1. Standar primer
2. Standar cukup
3. Standar swasembada
4. Standar mewah

Pepatah Minang Kabau menyebutkan, Dek ameh kameh, dek padi manjadi atau karena emas kemas (beres), karena padi menjadi.
Artinya, semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat bila kita mempunyai cukup emas dan padi.
Emas melambangkan uang sedangkan padi melambangkan bahan makanan.

Standar kehidupan perekonomian/materi yang dicita-citakan dalam kehidupan menurut falsafah Adat Alam Minang Kabau dapat dilukiskan sebagai berikut:

Bapak kaya, mandeh ber-emas
Ke tepi bergantung urai
Ke tengah bergantang padi
Mamak disembah orang pula

Maksud mamangan di atas yaitu, seseorang sebaiknya hidup dalam keluarga yang cukup materi sekaligus dihormati di dalam pergaulan masyarakat.
Hal ini karena di dalam kehidupan bermasyarakat berlaku hukum: Merdeka di perut kenyang, elok baso kalau berpunya.

Seseorang tidak mungkin mempunyai kemerdekaan yang sungguh-sungguh apabila perutnya lapar dan tak mungkin memiliki etika/tatakrama yang elok bila tak berpunya.

Pepatah lain menyebutkan, Hilang rupa karena penyakit, hilang bangsa karena emas.

Oleh sebab itu berdasarkan kemampuan ekonominya, standar kehidupan seseorang dapat dibagi menjadi empat bagian.

Standar primer
Pada standar primer, kehidupan seseorang berada dalam keadaan sengsara.
Dari raut wajah dan tubuhnya terlihat tanda-tanda tidak normal karena kurang makanan.
Badannya tinggal kerangka dibalut kulit; hidup segan mati tak mau.
Kehidupan seperti ini biasanya terjadi pada saat paceklik atau akibat peperangan.

Standar cukup
Pada standar ini, kemampuan untuk mencukupi kebutuhan dasar sangat terbatas dan orang harus berhemat.
Sandang, pangan papan, pendidikan dan kesehatan dipenuhi secara sederhana, hanya cukup untuk keluarga saja.
Kemampuan untuk mencapai kemewahan dan membantu orang lain tidak mereka punyai.

Standar swasembada atau mapan
Pada standar ini, kemampuan seseorang sudah seperti apa yang dicita-citakan dalam ajaran Islam.
Semua kebutuhan hidup yang sesuai dengan ukuran saat itu dapat dipenuhi.
Sebagai contoh, orang Jawa menetapkan lima macam kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, yaitu:

- garwo (pasangan hidup)
- curigo (alat untuk mempertahankan hidup: keris, ilmu pengetahuan dsb).
- wismo (rumah sendiri)
- turonggo (kuda: kendaraan)
- kukilo (burung: sarana rekreasi)

orang yang termasuk kelompok ini telah mampu berusaha sendiri dan meningkatkan penghasilannya.

Standar mewah
Pada standar ini, pola hidup seseorang berlebih-lebihan (boros).
Barang-barang yang digunakan sudah tidak sesuai dengan fungsi sebenarnya; pertimbangan gengsi melebihi pertimbangan hakekat pemakaian barang itu sendiri.
Padahal, masih banyak orang lain yang kekurangan dan membutuhkan bantuan.
Standar hidup mewah dilarang dalam ajaran Islam, karena merupakan pola hidup orang kafir yang menuruti setan.
Quran Surat 17:27, Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-nya.

Kalau diri telah berhasil
Janganlah pamer di depan umum
Setiap waktu, mengganti mobil
Baiknya dibantu, kerabat kaum

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama