Halaman ini sudah dilihat oleh: 2118 orang,

Tahu pada macam orientasi organisasi

1. Organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan
2. Organisasi yang berorientasi kepada peran
3. Organisasi yang berorientasi kepada tugas
4. Organisasi yang berorientasi kepada orang
Organisasi ialah kelompok kerjasama antara orang-orang, yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
Syarat utama terbentuknya organisasi yaitu adanya kemauan serta kesediaan anggotanya untuk bekerjasama.

Mengapa orang harus berorganisasi, jawabnya sbb:

Duduk sendiri bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang.

Setiap pekerjaan yang dikerjakan sendiri akan sulit mencapai hasil (sempit).
Sebaliknya apabila dikerjakan bersama-sama akan menjadi mudah (lapang).
Bentuk organisasi yang paling kecil adalah RT, Warteg; sedangkan bentuk organisasi yang besar ialah negara, badan internasional PBB, APEC dsb.

Bagaimana bentuk organisasi menurut budaya Minang Kabau ?
Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Minang Kabau mengenal suku, negari dan luhak.
Setiap orang Minangkabau memiliki suku seperti Bodi, Chaniago, Mandahiling dsb.
Bukanlah orang Minang kalau seseorang tak punya suku.

Administrasi kelompok masyarakat yang paling rendah ialah negari.
Setiap negari memiliki paling sedikit empat macam suku.
Kumpulan negari-negari menjadi luhak; kumpulan luhak menjadi ranah Minangkabau.
Disini berlaku pribahasa:

Luhak berpenghulu, rantau ber raja.

Orang yang menjadi penghulu atau penguasa di luhak ialah mamak atau paman yang mengatur pekerjaan/tugas kemenakannya (Ind: rakyat).

Pengaturan tugas berdasarkan kemampuan masing-masing:

Nan lumpuh penunggu rumah, nan pekak pemantik bedil,
nan buta penghembus lesung, nan cerdik lawan bicara, dst.

Bentuk pemerintahan kerajaan hanya ada di rantau (luar ranah Minang).
Raja adalah manusia ciptaan Tuhan yang memiliki kesamaan badan kasar dan badan halus dengan manusia lainnya.
Tak ada keistimewaan khusus yang diberikan Tuhan kepadanya, kecuali orang-oranglah yang membuat dia istimewa dibandingkan orang lain.

Keistimewaan tersebut adalah hak untuk menguasai orang lain secara turun menurun.
Orang yang dikuasai tersebut disebut hamba atau kawula (rakyat pengabdi).
Raja mempunyai hak terhadap kawula dan sumber daya alam di daerah kekuasaannya.
Kehidupan rakyat diatur oleh raja, sedangkan kawula mengabdi kepada raja.

Dalam pengelolaan bisnis (perdagangan) yang khas Minangkabau, seperti usaha rumah makan, berlaku sistim kerjasama saling menguntungkan antara pemodal (komisaris), pengelola usaha (direktur) dan pekerja/buruh.
Pemodal yang memiliki uang.

Masing-masing orang mempunyai tanggung jawab, bekerja bebas tanpa hirarki yang kaku dan birokrasi yang berbelit-belit.
Selanjutnya setiap orang yang terlibat dalam usaha akan menerima pembagian laba dengan prosentase tertentu, yang merupakan penghasilan (bukan gaji) tidak tetap dalam periode waktu tertentu.

Apabila perusahaan mengalami kemajuan, maka penghasilan yang diterima karyawan lebih besar, begitu pula sebaliknya penghasilan mengecil bila usaha kurang maju.

Kesimpulan :
Dari uraian bentuk organisasi pemerintahan dan organisasi bisnis tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kebebasan, otonomi, profesionalisme, pembagian tugas sesuai dengan keahlian/kemampuan, dan persaingan sehat (takah orang) merupakan ciri-ciri organisasi menurut budaya Minang Kabau.

Hal ini sangat cocok dengan konsep organisasi moderen yang dikembangkan oleh pemerintah dan swasta di negara-negara maju pada saat ini.
Meskipun hirarki dan birokrasi dikurangi, bukan berarti tidak adanya atasan atau pimpinan.
Pimpinan hanya ditinggikan seranting, dikedepankan selangkah.

Masing-masing tugas atau pekerjaan membutuhkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan pekerjaan tersebut, dan tidak ada hirarki di dalam ilmu pengetahuan.
Organisasi merupakan tim atau kesatuan orang-orang.

Ahli psikologi sosial Roger Harrison, th 1972 membagi organisasi menjadi empat tipe.
Organisasi yang dipahami di dalam budaya Minang Kabau, merupakan salah satu dari empat tipe di bawah ini

a. Organisasi dengan kekuasaan yang bersifat otokratis, hirarkis;
seperti organisasi kerajaan absolut, organisasi perdagangan model lama.

b. Organisasi yang memiliki peran serta;
dibuat aturan-aturan, prosedur dengan birokrasi, petunjuk-petunjuk yang harus dilaksanakan; seperti organisasi pemerintahan saat ini.

c. Organisasi berorientasi pada tugas,
seperti organisasi bisnis yang berorientasi teknologi yang cepat berubah. Setiap anggota organisasi dituntut untuk ahli dalam bidang tugasnya dan bekerja sesuai dengan keahliannya secara bebas terkendali.

d. Organisasi sosial yang melayani kebutuhan anggotanya saja.

Adat diisi, lembaga dituang
Umumkan hasil kinerja organisasi
Supaya institusi tak dinilai sumbang
Bila perlu adakan restrukturisasi

Untuk menghindari desas-desus
Contohlah lembaga Gebu Minang
Ber-iya-ber-tidak sebelum memutus
Tiada yang kalah ataupun menang

Agar ideologi tidak goyah
Karena ditipu bujuk rayuan
At thoriqu akhammu minal ghoyah
Jalan (methode) lebih baik dari tujuan

Kalau Dunsanak setuju dengan pesan Tahu pada nan Empat ini, tolong di Like & Send atau di Tweet

Tweet

Kembali ke daftar judul     Kembali ke Halaman Utama